Angkringan DAPOERE SIMBOK, Embrio Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Di Tengah Pandemi

KANALDESA.COM (Karanganom, Klaten) — Pandemi telah menggerus segala sektor. Terutama sektor ekonomi. Perekonomian rakyat lumpuh. Perdagangan melemah, tingginya tingkat pemutusan hubungan kerja, akibatnya pengangguran meningkat. Sementara kebutuhan, setidaknya kebutuhan perut, harus tetap dipenuhi. Dalam keadaan darurat ekonomi tak jarang ada masyarakat yang kemudian mempunyai inisiatif menghidupkan ekonomi keluarga dengan berbagai cara. Ada yang berniaga hingga menjual jasa. 

Di desa Soropaten, seorang wanita paruh baya, menjadi inisiator pemberdayaan ekonomi warga. Rumiyati Darso, Mantan Kepala Desa Soropaten, Karanganom, Klaten ini menciptakan kesempatan berekonomi warga dengan cara membuka angkringan. Angkringannya dinamai DAPOERE SIMBOK. Di angkringan ini tersaji aneka macam lauk dan kudapan desa. Ada nasi bakar, pepesan, baceman, sayur matang, aneka kripik dan masih banyak lagi. Bermacam-macam dagangan kuliner ini datang dari warga desa setempat. Warga membuat makanan dan di setorkan ke lapak angkringan. 

Cara ini mendorong warga bersemangat untuk berlomba-lomba meyetorkan makanan siap santap. Cara ini pula yang diyakini Rumiyati bisa mengembangkan potensi ekonomi rakyat.

Rumiyati Darso Inisiator Angkringan DAPOERE Simbok

“Ya, ini semoga bisa jadi pijakan untuk bangkit lagi dari keterpurukan ekonomi. Mencoba membuka kesempatan bagi warga agar bersemangat berusaha dan tidak mengandalkan bantuan pemerintah,” ungkap Rumiyati, begitu sapaan akrabnya, di tengah-tengah kesibukannya mempersiapkan pembukaan angkringannya, Kamis (01/10). 

Upaya Rumiyati ini mendapat dukungan penuh dari pihak pemerintah desa. Seorang punggawa desa, Sarwoto, menuturkan, “Bagus sekali langkah ini. Semoga masyarakat semakin banyak yang berinisiatif untuk memasak dan menitipkan makanan di sini. Semoga masyarakat juga banyak yang membeli. Karena sekarang ini kebutuhan lauk instan sangat dibutuhkan oleh masyarakat pekerja yang tidak sempat masak,” ucapnya. 

Senada, dituturkan oleh Petugas Pendamping Desa Kecamatan Karanganom, Ayu Nurida, “Wah, ini kreatif sekali, ya. Bisa jadi embrio pemberdayaan ekonomi masyarakat desa di tengah pandemi yang perlu diapresiasi dan dikembangkan. Semoga berkelanjutan dan menginspirasi,” tutupnya. (Ika NH/MH)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply