Pemuda Trucuk Klaten, Mengais Rejeki Di Tengah Pandemi Dan Demo Mahasiswa

KANALDESA.ID (UGM, Yogyakarta) — Demo mahasiswa menolak kebijakan pemerintah dalam Undang-undang Cipta Kerja diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di kota pelajar, kemaren (20/10).

Ajakan aksi gagalkan Omnibus law dengan mogok nasional serta tolak persatuan dengan borjuis manapun, tersurat di lembaran yang dibagikan pada ratusan peserta aksi di Bundaran Universitas Gajah Mada Yogyakarta.

Selain menuntut gagalkan Omnibus law dengan aksi mogok nasional, sepakat organisasi kaum muda sosialis menyatakan sikap, yakni: gagalkan omnibus law, dukung dan persiapkan mogok nasional, tolak upaya oposisi kanan borjuis-K.A.M.I tunggangi gerakan anti omnibus law, serta sahkan RUU penghapusan kekerasan seksual.

Tampak, seorang pemuda yang lalu-lalang membawa tas ransel besar di dalamnya terdapat galon isi ulang minuman mineral sedang menjajakan minuman dingin. Kepada KANALDESA.ID menceritakan asal daerahnya.
“Saya rumahnya di desa Bawukan, kecamatan Trucuk, Klaten. Nama Saya Bima, baru jualan es teh gendong”,terang Bima.

Saat ini, Bima masih terdaftar di jurusan Psikologi Universitas Gajah Mada Yogyakarta, semester akhir. Menurutnya, dengan demo yang damai membuat dagangannya laris apalagi cuaca yang terik banyak mahasiswa kehausan.
“Harga es teh, saya patok cuman Rp3ribu. Selain dingin, juga manis. Alhamdulillah, hari ini dapet omzet Rp80-an ribu cukup buat nabung,”pungkasnya. (MH/Red)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply